Diet Sehat Golongan Darah

Mendengar kata “DIET” mungkin anda berfikir tentang “tidak makan” atau “mengurangi makan“, sehingga yang terlintas di benak anda mungkin akan ada rasa “lapar” atau “tidak kenyang“.

Sama sekali bukan itu yang dimaksud dengan Diet Sehat Golongan Darah. Karena dengan Diet Sehat Golongan Darah, anda tetap harus makan, anda tetap harus kenyang, anda tetap harus terpenuhi gizi dan kalori yang dibutuhkan tubuh, perbedaannya hanya pada apa yang anda makan, apa yang boleh anda makan, dan apa yang tidak boleh anda makan.

Makan merupakan proses reaksi kimia antara darah dengan makanan yang kita makan ataupun suplemen makanan yang kita konsumsi.

Makanan mengandung protein yang disebut lektin.

Golongan Darah kita terprogram secara genetik untuk menerima atau menolak lektin makanan-makanan tertentu.

Lektin yang bertentangan dengan golongan darah akan terkumpul dalam organ (seperti dalam hati, ginjal, otak, lambung, usus dan lain-lain) atau system tubuh mulai menggumpalkan sel-sel di daerah tersebut. Proses penggumpalan itu disebut aglutinasi (agglutination) dan akan mengganggu pencernaan, metabolisme dan system daya tahan tubuh. Akibatnya akan timbul penyakit kronis seperti : artritis / radang sendi (arthritis), kolitis / radang usus besar (colitis), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, stress, kelebihan / penurunanan berat badan, depresi, diabetes melitus dan kecanduan makanan (food carvings).

Karena itulah diperlukan diet yang sehat, dan bukan sembarang diet, tetapi Diet Sehat Golongan Darah. Yang merupakan diet tanpa rasa lapar dengan memanfaatkan pengetahuan tentang golongan darah kita.

Dan tujuan Diet Sehat Golongan Darah bukanlah hanya untuk jangka pendek, bukan seperti kalau orang makan obat perangsang atau obat kimia yang hanya untuk keperluan sesaat, tetapi ini adalah suatu proses yang bertujuan untuk kesehatan jangka panjang, bahkan untuk menghindarkan kita dari resiko penyakit kronis, bahkan saat di usia tua kita nantinya.

Mungkin saja anda banyak mendapatkan informasi mengenai berbagai macam cara diet dari sumber lain, bahkan banyak obat-obatan, ramuan dan sebagainya yang diperkenalkan oleh pihak lain, tetapi apakah mereka bisa menjelaskan cara kerja obat-obatan atau ramuan tersebut ? Apakah mereka bisa secara terbuka memberitahukan secara transparan dan terbuka apa saja komposisi dari obat-obatan tersebut ? Sehingga efek samping dari obat-obatan atau ramuan tersebut mungkin malah akan membahayakan untuk jangka panjangnya. Tetapi yang mau kita bicarakan di sini adalah yang bersifat ilmiah, dapat dijelaskan secara detail sebab musababnya, sangat jelas komposisi dan bahan dasar dari suplemen makanan ataupun makanan yang akan kita konsumsi, dan tidak ada yang perlu dirahasiakan, tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada yang tidak transparan. Mengapa itu perlu ? Karena konsumsi makanan dan suplemen makanan berbeda dengan memakai baju atau pakaian. Makanan dan suplemen makanan akan bereaksi secara kimia dengan darah kita, dan karenanya kita mesti yakin bahwa itu pasti sehat, itu pasti higienis, itu pasti bermanfaat, dan bukan menjadi racun bagi diri dan tubuh kita.

Kalau anda sudah membaca tulisan kami sebelumnya, maka anda akan tahu bahwa makanan bagi anda mungkin bisa jadi racun bagi orang lain, karena perbedaan golongan darah nya. Anda bisa membacanya di sini :

Baca mengenai Golongan Darah A   di : http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-a

Baca mengenai Golongan Darah B   di : http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-b

Baca mengenai Golongan Darah AB di : http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-ab

Baca mengenai Golongan Darah O   di : http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-o

Semua yang kita bicarakan sebelumnya adalah mengenai hal yang akan kita lakukan ke depannya, tetapi pada kenyataannya banyak orang yang sudah terlanjur salah makan selama ini, maksudnya selama ini mereka telah makan makanan yang tidak sesuai dengan golongan darah mereka, sehingga telah terjadi penumpukan lektin pada system organ tubuh, dan penggumpalan sel-sel (agglutination).

Banyak orang yang telah menjadi sakit, tidak sehat, atau kurang sehat. Juga mempunyai berat badan yang tidak ideal, entah terlalu kurus, atau bahkan terlalu gemuk (obesitas). Atau bahkan ada yang bentuknya sudah tidak proporsional, misalnya perutnya buncit seperti hamil, dan ini bahkan banyak terjadi pada lelaki juga (pasti bukan karena lelaki tersebut mengandung / hamil ).

Berikut ini beberapa contoh kasus saja, yang bisa saja ada di antara anda mengalaminya :

Orang yang bergolongan darah A, lalu terlalu banyak makan daging merah, yang merupakan makanan pantangan golongan darah A, sedangkan asam lambungnya rendah sehingga tidak dapat mencerna daging merah ini secara sempurna, maka sisa makanan bisa menumpuk dan membentuk kerak pada usus besar, colon nya menjadi kotor dan ber toxin, dan system metabolisme menjadi tidak sehat, akibatnya lama kelamaan perutnya akan membesar dan menjadi buncit.  Juga mudah terkena penyakit darah tinggi.

Orang yang bergolongan darah B, lalu terlalu banyak makan daging ayam dan kacang-kacangan, yang merupakan makanan pantangan golongan darah B, sehingga lektin menumpuk pada system syaraf dan menyebabkan masalah system syaraf, antara lain sakit kepala, pusing, dan sering lupa-lupa.

Orang yang bergolongan darah O, yang seharusnya banyak makan daging merah karena asam lambungnya tinggi, tetapi justru tidak suka makan daging, sehingga asam lambungnya tidak dimanfaatkan secara maksimal, dan bahkan menyebabkan masalah lambung seperti masalah pencernaan dan penyakit yang berhubungan dengan maag.

Atau orang bergolongan darah O ini, terlalu banyak makan makanan yang mengandung tepung terigu (gandum), dan makanan yang tidak sesuai dengan golongan darah O lainnya, sehingga terjadi peningkatan berat badan, menjadi kelebihan berat badan. Atau bahkan mudah terserang keradangan sendi (arthritis).

Dan karena tubuh dan organ tubuh sudah tidak sehat atau tidak sesuai yang seharusnya, maka selain diperlukan Diet Sehat Golongan Darah untuk mencegah bertambah menurunnya daya tahan tubuh ataupun untuk meningkatkan kesehatan, maka juga perlu mengkonsumsi suplemen, dan suplemen yang dimaksud adalah suplemen mengikut golongan darah.

Kalau darah telah terkontaminasi secara berat, maka perlu suplemen LEGREEN untuk menormalkan kembali sel-sel darahnya. Dan terdapat Legreen A (untuk golongan darah A), Legreen B (untuk golongan darah B), Legreen O (untuk golongan darah O). Sedangkan untuk golongan darah AB mengkonsumsi campuran Legreen A + Legreen B, karena golongan darah AB mengandung unsur A dan B.

Secara umum, suplemen-suplemen mengikut golongan darah yang diperlukan adalah : Supergreen yang merupakan klorofil (chlorophyll) sesuai golongan darah, dan Prodetox yang merupakan colon cleanser. Baik Supergreen dan Prodetox bekerja secara sinergy melakukan cleansing terhadap system organ tubuh kita sehingga menjadi lebih sehat.

Untuk cleansing disertai pembakaran lemak, maka dibutuhkan juga suplemen Manyoo Oil yang merupakan pemecah lemak, dan juga Co Enzyme Q10 (CoQ10) sebagai pembakar lemak. Sebenarnya tubuh kita menghasilkan CoQ10 juga, tetapi karena kondisi tubuh dan usia kita yang bertambah, maka produksi CoQ10 dalam tubuh bisa saja tidak mencukupi lagi, sehingga pembakaran lemak tidak berjalan sebagaimana mestinya, karenanya dibutuhkan suplemen CoQ10 dari luar.

Sedangkan untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan penurunan kadar lemak secara significan, maka bisa mengkonsumsi paket PSP (Professional Slimming Program). Dalam paket PSP ini, selain mengkonsumsi Supergreen, Prodetox, Manyoo Oil, dan CoQ10, juga ada suplemen khusus untuk diet sehat berupa Protrim, Fibertrim, dan Aloe Vera Powder.

Panduan cara konsumsi paket PSP ada di dalam buku Viamore dan anda bisa melihat penjelasan mengenai paket PSP (Profesional Slimming Program).

Karena pembahasan kita mengenai Diet Sehat Golongan darah, maka suplemen yang disebut di atas juga pasti yang sudah sesuai dengan golongan darah.

Dengan Diet Sehat Golongan Darah, maka kita akan semakin sehat, dan kita pun bisa mengendalikan berat badan kita.

Kalau ada niat pasti ada jalan, dan pasti ada hasil.  Seorang dokter pun yang banyak belajar mengenai dunia kesehatan dan obat-obatan belum tentu bisa mengendalikan berat badannya sendiri kalau belum tahu cara dan rahasianya. Demikian juga seorang olahragawan pun belum tentu selalu sehat ataupun mempunyai berat yang ideal. Dengan mengerti Diet Sehat Golongan Darah, maka anda akan mengerti juga cara mengendalikan berat badan anda, sekalian menjadi lebih sehat.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan pemahaman yang lebih baik dan lebih lengkap mengenai Golongan Darah dan hubungannya dengan Diet Sehat Golongan Darah dengan lebih jelas.

Untuk info, silakan hubungi : Angela Salim, Hp : 081808308989.

Kegemukan adalah musuh baru dunia

Sebelum kami menulis mengenai program penurunan berat badan, yaitu paket PSP ( Professional Slimming Program ), maka kami akan menulis dulu soal kegemukan ( obesitas ). Apakah menurunkan berat badan itu penting dan mengapa menjadi penting ?

Ada orang yang malah ingin menaikkan berat badan, dan ini bukan saja bagi mereka yang berat nya kurang dari normal, tetapi juga ada motif  lain, dan motif ini berpulang pada masing-masing individu. Ada yang merasa perlu menaikkan berat badan, karena mungkin berfikir bahwa dengan kelihatan gemuk jadi kelihatan lebih berisi, lebih bonafide, atau kelihatan lebih makmur. Walaupun banyak orang lain yang berpandangan berbeda. Bisa juga orang menaikkan berat badan karena persyaratan tertentu, misalnya diperlukan dalam acting film, dalam olahraga yang mengenal kelas berat badan dan sebagainya.

Karenanya kami ingin menampilkan tulisan mengenai kegemukan tersebut, dan berikut ini adalah kutipan dari tulisan dari M Zaid Wahyudi yang dimuat di Harian Kompas halaman 14 tanggal 23 November 2010, pada rubrik Ilmu Pengetahuan & Teknologi, mengenai Wabah Dunia, yang berjudul : “Kegemukan, Musuh Baru Dunia”. Dan isi tulisannya adalah sebagai berikut :

Obesitas alias kegemukan diperkirakan akan menjadi musuh kesehatan baru dan nomor satu di negara-negara maju. Dampak kegemukan mirip dengan rokok. Kegemukan tak hanya mempengaruhi tingkat kesehatan warga, tetapi juga membebani keuangan negara.

Saking pentingnya persoalan kegemukan bagi pembangunan bangsa, persoalan ini menjadi agenda khusus dalam pertemuan tingkat Menteri Kesehatan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan ( Organization for Economic and Co-operation and Development / OECD ) di Paris, tanggal 7 – 8 Oktober 2010 yang lalu.

Persoalan kegemukan menjadi penting karena kegemukan menyebabkan membengkaknya biaya kesehatan yang harus ditanggung negara. Di sisi lain, kegemukan juga membuat negara kehilangan tenaga produktif yang bisa dimanfaatkan untuk membangun bangsa.

Sebagian besar dari 33 negara anggota OECD adalah negara maju dan anggota Uni Eropa. Untuk bidang kesehatan, Indonesia belum menjadi anggota OECD. Bersama Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, Indonesia berstatus sebagai negara pengamat.

Laporan OECD 2010 yang disusun Franco Sassi menunjukkan bahwa penderita obesitas adalah 8 sampai 10 kali lebih cepat meninggal dibandingkan orang dengan berat badan normal. Setiap kelebihan 15 kilogram dari berat badan normal meningkatkan resiko kematian hingga 30 %.

Dalam system kesehatan di semua negara, obesitas menjadi persoalan serius dan mahal. Biaya kesehatan penderita obesitas 25 % lebih tinggi dibandingkan dengan orang dengan berat normal. Semakin gemuk, semakin besar biaya yang dikeluarkan.

Biaya kesehatan individu yang tinggi itu turut mendongkrak biaya kesehatan yang harus ditanggung negara. Di negara-negara maju, obesitas memakan 1 % – 3 % total pengeluaran kesehatan. Bahkan di Amerika Serikat, penanganan obesitas menggunakan 5 % – 10 % anggaran kesehatannya.

Besarnya angaran mengatasi kegemukan diperkirakan akan terus naik seiring dengan semakin berkembangnya gaya hidup tak sehat, meningkatkan beban hidup yang memicu stress, serta masih maraknya kebijakan pembangunan yang justru mendorong gaya hidup tak sehat.

Trend Obesitas.

Tinggi dan berat badan manusia mengalami peningkatan sejak abad XVIII. Pemicunya adalah meningkatnya pendapatan, pendidikan, dan kwalitas hidup. Bagi sebagian kecil kalangan, gemuk dianggap sebagai standard sehat dan tanda kemakmuran.

Perkembangan zaman membuat asupan makanan bertambah. Sayangnya, makanan yang dimakan justru lebih banyak mengandung kalori dan lemak.

Pada saat bersamaan, pola kerja dan gaya hidup masyarakat menjadi kurang gerak. Ini ditambah beban stress masyarakat yang semakin tinggi serta jam kerja yang semakin panjang. Semua itu meningkatkan jumlah masyarakat yang menderita kegemukan.

Pandangan akan kegemukan dan perubahan gaya hidup masyarakat membuat jumlah penderita kegemukan meningkat selama tiga dekade terakhir. Sebelum1980, hanya 1 di antara 10 orang saja yang mengalami kegemukan. Kini jumlahnya berlipat-lipat.

Di separuh negara OECD, 1 dari 2 orang mengalami kelebihan berat badan dan kegemukan. Jika trend ini berlanjut, diperkirakan 2 dari 3 orang akan kelebihan berat badan dan kegemukan dalam 10 tahun ke depan.

Negara OECD yang paling rendah jumlah penderita kegemukannya adalah Jepang dan Korea Selatan. Selain ditopang pola konsumsi yang lebih sehat, tata kota di kedua negara itu juga memungkinkan masyarakatnya bergerak dan memiliki aktivitas fisik yang lebih banyak.

Perempuan lebih mudah menjadi gemuk daripada pria.

Di beberapa negara OECD, perempuan berpendidikan rendah mengalami kelebihan berat badan 2 – 3 kali lebih besar dibandingkan perempuan berpendidikan tinggi.

Anak dengan satu orang tua gemuk berpotensi 3 – 4 kali lebih besar untuk menjadi gemuk dibandingkan anak dari orang tua berbadan berat normal. Selain persoalan genetik, orang tua menurunkan gaya hidup tak sehat. Pola makan yang salah, kurang gerak, dan terlalu banyak duduk adalah sebagian gaya hidup yang diwariskan orang tua.

Kegemukan juga menjadi persoalan dalam dunia kerja. Pemberi kerja kurang suka dengan calon karyawan yang gemuk karena dianggap produktivitasnya rendah dan mudah sakit. Pekerja gemuk gajinya 18 % lebih rendah dibandingkan dengan pekerja yang berberat badan normal.

Pengaruh ekonomi.

Pelan tapi pasti, kegemukan akan menjadi musuh global. Bukan hanya karena dianggap mempengaruhi produktivitas, melainkan juga menimbulkan dampak ekonomi seiring semakin tingginya biaya kesehatan.

Namun, perhatian pemerintah pada kegemukan masih sangat kurang. Rendahnya pajak makanan instan dan maraknya pembangunan restoran cepat saji (fast food) turut mendorong pola makan yang salah. Sedangkan system transportasi telah mengurangi aktivitas jalan kaki, kurangnya ruang terbuka, dan fasilitas olahraga turut mendorong masyarakat semakin malas melakukan kegiatan fisik.

Untuk menahan laju pertumbuhan kegemukan, pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga pendidikan perlu bekerja sama. Promosi atas bahaya kegemukan dan langkah-langkah pencegahannya harus dilakukan segera dan menyeluruh.

Dari kutipan tulisan karya M Zaid Wahyudi tersebut di atas sangat nyata bahwa kegemukan (obesitas) bukanlah hal yang bisa dibanggakan lagi, melainkan mesti dihindarkan. Memiliki berat ideal tentu akan menjadi lebih sehat, dan terhindar dari berbagai penyakit yang biasa diderita oleh orang yang gemuk.

Orang-orang yang memiliki berat badan berlebih dan setelah menjalankan program diet atau mengkonsumsi paket PSP ( Proffesional Slimming Program ), setelah berat badannya menjadi normal, maka banyak keluhan kesehatan yang tadinya dialami juga menjadi hilang. Salah satu contoh, pada orang yang gemuk dan banyak lapisan lemak di bawah dagingnya, maka dalam bergerak sering terjadi gesekan antara dagingnya sendiri terutama di tempat lipatan-lipatan seperti antara lain di ketiak, sehingga kulit mudah menjadi memerah, panas, dan berjamur. Dengan hilangnya lapisan lemak dan berat badan menjadi normal, tentu saja keluhan ini akan hilang pula.

Atau karena berat badan berlebihan sehingga telapak kaki mesti mendukung berat yang besar sehingga menyebabkan bidang telapak kaki menjadi sakit. Dengan berat menjadi normal, maka telapak kali hanya mendukung beban badan yang ideal sehingga tidak menyebabkan permasalahan lagi. Belum lagi resiko-resiko penyakit yang diakibatkan terlalu banyaknya kadar lemak di dalam tubuh, tentunya akan membaik setelah kandungan lemak menjadi normal.

Masih banyak sekali hal-hal yang ingin kami tulis di kemudian hari. Dan semoga memberi manfaat.

Untuk info, silakan hubungi : Angela Salim, Hp : 081808308989.