Custom Search

Suplemen Golongan Darah

SUPLEMEN yang akan kami bahas disini adalah suplemen makanan ( food supplements ), dan suplemen tidak sama dengan obat. Walaupun sering kali orang menyebut suplemen makanan ini sebagai obat karena memang pada kenyataannya suplemen makanan ini juga menyembuhkan berbagai penyakit.

Sebagai contoh sederhana suplemen makanan yang sering dikonsumsi oleh kita semua adalah susu dan vitamin C. Sejak bayi, anak-anak sudah minum susu, dan tanpa makan makanan yang lain bayi bisa tumbuh berkembang menjadi besar, menjadi sehat, menjadi cerdas hanya dengan meminum susu setiap hari. Dan susu bukanlah obat, tetapi adalah suplemen makanan. Demikian juga dengan vitamin C, yang juga bukan termasuk kategori obat, tetapi suplemen.

Disebut suplemen karena konsumsi suplemen makanan ini bukanlah keharusan, tanpa mengkonsumsi suplemen tersebut orang tetap hidup dan tidak menimbulkan ketergantungan. Artinya kalau sewaktu-waktu kita mau berhenti mengkonsumsi suplemen tidak ada masalah sama sekali. Tetapi orang memilih tetap mengkonsumsi suplemen karena memang suplemen memberikan faedah, memberikan kesehatan, memberikan nutrisi kepada tubuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh, tergantung dari jenis suplemen yang kita konsumsi.

Tetapi tidak semua suplemen sudah sesuai dengan Golongan Darah anda. Susu sapi tidak sesuai untuk Golongan Darah O dan juga tidak sesuai dengan Golongan Darah A. Konsumsi suplemen yang tidak sesuai dengan Golongan Darah anda dalam jumlah banyak bisa mengakibatkan resiko medis, baik berupa alergi, obesitas dan resiko medis lainnya tergantung dari jenis suplemennya.

Karenanya kami akan memperkenalkan dan membahas mengenai Suplemen Golongan Darah, yaitu suplemen makanan yang sudah sesuai dengan Golongan Darah anda, atau sudah mengikut Golongan Darah.

Suplemen Golongan Darah ini ada 2 macam kategori :

Suplemen yang hanya sesuai untuk 1 macam Golongan Darah saja (Golongan Darah tertentu) :

Contoh suplemen ini adalah Le Green dari Viamore. Ada Legreen A, Legreen B, dan Legreen O. Mengenai produk suplemen Legreen ini, kami telah membahasnya dalam tulisan kami sebelumnya, yaitu : Legreen A pada http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-a , Legreen B pada http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-b , Legreen O pada http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-o , dan campuran Legreen A dan Legreen B pada http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-ab.

Jadi Legreen A hanya cocok dan boleh dikonsumsi oleh orang ber Golongan A, Legreen B untuk orang ber Golongan B, Legreen O untuk orang ber Golongan O, dan untuk orang ber Golongan Darah AB bisa mengkonsumsi Legreen A dan Legreen B.

Suplemen yang sudah sesuai dengan Golongan Darah :

Suplemen ini dibuat dengan memperhatikan unsur-unsur makanan yang sudah cocok untuk semua Golongan Darah, sehingga tidak membawa efek samping karena sudah sesuai dengan Golongan Darah. Tumbuh-tumbuhan dan makanan sangat beragam di dunia ini, tentu saja kita bisa memilih unsur yang hanya sesuai dengan Golongan Darah.

Dan Viamore memperkenalkan suplemen mengikut Golongan Darah ini dengan produk-produk sebagai berikut : Supergreen, Prodetox, Manyoo Oil, Co Enzyme Q10, Protrim, Fibertrim, Aloe Vera Powder, Proheart Nutrients, Nutra Osteo Plus, Nutra T-Peutic Joints.

SUPERGREEN ( SG ) :
Supergreen terbuat dari klorofil daun muda Mulberry (Morus Alba L.) dengan nutrisi yang stabil, mudah dicerna dan diserap ini ditanam secara organik tanpa menggunakan pupuk kimia dan dengan sangat berhati-hati dipanen dan diekstrak dengan teknik khusus untuk menjaga keutuhan dan kemurnian klorofilnya.
Para Ilmuwan pendukung konsep golongan darah telah menjadi tim ilmuwan yang pertama di dunia yang menformulasikan klorofil sesuai golongan darah. Ditemukan bahwa klorofil yang berasal dari pohon Mulberry, sangat direkomendasikan untuk golongan darah O, dan cocok untuk golongan darah A, B, dan AB. Sedangkan klorofil dari Alfafa cocok hanya untuk golongan darah A dan AB, netral untuk golongan darah B dan racun untuk golongan darah O.
.
PRODETOX ( PD ) :
Prodetox adalah satu formulasi unik, lengkap dan canggih dari United Kingdom (Inggeris) bukan saja untuk menolong detoxifikasi dan membuang toxin dari kolon, tapi juga memastikan suatu system pencernaan yang sehat.
Suatu proses detoxifikasi dan pembuangan toxin dari kolon (usus besar) yang baik akan memastikan usus dan system pencernaan kita senantiasa dalam keadaan yang sehat dan berfungsi secara optimal untuk mengeluarkan mucoid plague (kotoran keras yang melekat pada dinding usus yang menyebabkan usus tidak berfungsi 100 %). Satu lapisan mucoid yang tipis saja juga bisa menurunkan fungsi usus sehingga dapat mengganggu kesehatan tubuh. Secara alami mucoid ini seharusnya bisa dibuang dengan system pembuangan yang sehat, tetapi stress dari makanan, air minum yang kurang dan udara yang tercemar mengakibatkan sulit untuk memperoleh usus yang sehat dan berfungsi secara optimal.
.
MANYOO OIL  ( MY ) :
Manyoo Oil merupakan pemecah lemak, yang dibuat dari tulang sumsum ikan Eel segar yang terdapat di Lautan Pasific. Manyoo Oil ini kaya dengan lemak asam ‘essential’ (EFAs) yaitu Omega 3 & 6 serta kaya dengan antioksidan vitamin A, D, E & K.
.
Co Enzyme Q10 ( Co Q10 ) :
Co Enzyme Q10 ( Q10) merupakan pemecah lemak. Secara alami, tubuh kita menghasilkan CoQ10, akan tetapi dengan bertambahnya usia dan kondisi tubuh, maka level CoQ10 mulai menurun. Menurut pakar dari negara Jepang, didapati lebih dari sepuluh orang yang mempunyai masalah obesitas juga mempunyai level CoQ10 yang rendah. Dengan mengkonsumsi CoQ10, upaya badan kita membakar lemak akan ditingkatkan, sehingga kelebihan lemak dalam badan kita dapat dibakar.
.
PROTRIM ( PT ) :
Protrim berfungsi sebagai pemadat otot. Dalam 1 sachet Protrim memberikan 68 jenis nutrisi yang diformulasikan khusus (’targeted nutrients’) untuk mengoptimalkan metabolisme lemak dan glukosa. Protrim juga kaya dengan protein yang berkwalitas yang dikenal dengan nama “isolated soy protein” (ISP) yang mempunyai fungsi utama memadatkan dan mengencangkan otot serta kulit.

Mengikut kajian dari pakar, seseorang kalau kekurangan nutrisi, maka akan sering merasa lapar. Lapar adalah reaksi otak yang mengabari badan kita akan kekurangan gizi di dalam badan. Protrim memberi 68 jenis nutrisi yang lengkap khusus untuk penurunan berat badan dan kita akan merasa heran kenapa tidak lagi merasa lapar.

FIBERTRIM ( FT ) :

Fibertrim khusus untuk menjaga kesehatan usus. Setiap sachet Fibertrim dibuat dari 10 gram Fiber (serat) yang larut dalam air dan tidak larut dalam air, khusus dari tumbuh-tumbuhan yang alami tanpa menggunakan bahan kimia. Fungsi utama fiber tidak larut dalam air dan fiber larut dalam air adalah membersihkan dan mengeluarkan kotoran-kotoran yang tersimpan bertahun-tahun pada lekukan usus kita.

Selain itu, Fibertrim juga menolong untuk :

  • menyingkirkan lemak dan kolesterol (melalui pembuangan air besar) yang kita makan melalui diet kita setiap hari.
  • mengontrol kestabilan kadar gula di dalam darah.
  • meningkatkan penyerapan nutrisi dalam usus kecil yang bersih.
  • pembiakan dan penjagaan bakteri baik di dalam usus, pencegahan terhadap masalah usus seperti wasir, sembelit dan kanker usus.

ALOE VERA POWDER ( AVP ) :

Aloe Vera Powder (AVP)  dibuat dari 99,9% ekstrak daun dan gel Aloe Vera (high concentration dan bio active whole leaf) yang mempunyai konsentrasi 200 kali lipat berbanding dengan aloe vera juice biasa. Selain untuk menyejukkan suhu badan kita yang tinggi akibat pembakaran lemak yang meningkat (pada program diet), Aloe Vera Powder juga menolong untuk :

  • mengatasi masalah lambung atau maag yang sering dialami sebagian orang selama menjalankan program diet.
  • meningkatkan penyerapan nutrisi oleh badan.
  • mengeluarkan toksin dari dalam usus dan lambung.
  • menyembuhkan luka dalam dan luka luar.

Masih banyak yang belum kami tulis seperti mengenai Professional Slimming Program, Proheart Nutrients, Nutra Osteo Plus, Nutra T-Peutic Joints, yang akan kami tulis pada saat-saat mendatang.

Sumber : PT. Viamore Internasional.

Pola Makan Golongan Darah

Dunia ini terdiri dari berbagai suku bangsa, tetapi hanya terdapat 4 Golongan Darah yang berbeda, yaitu  Golongan darah A, B, AB, dan O. Dengan persentase nya sbb : Golongan darah A : 40 %, Golongan darah B : 10 %, Golongan Darah AB : 4 %, Golongan Darah O : 46 %.

Golongan darah mempengaruhi :

  • System pencernaan
  • Kemampuan badan merespons terhadap stress
  • Keadaan mental
  • Efisiensi metabolisme
  • Kekuatan system daya tahan tubuh
  • Kemampuan aktivitas

Tiap tetes darah kita mengandung susunan biokimia yang sama uniknya dengan sidik jari kita.

Karena perbedaan dampak makanan pada masing-masing golongan darah, maka : Makanan bagi anda mungkin bisa jadi racun bagi orang lain ( One Man’s Food, Another Man’s Poison).

Berikut rangkuman pola makanan yang tidak sesuai dan yang tidak sesuai dengan masing-masing golongan darah :

1. Golongan Darah AB ( 4 % populasi dunia ) :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah AB :

- Ayam, sapi, bebek, burung dara, rusa, babi, angsa, burung puyuh.

- Buncis, chikpea, kacang hitam, buncis lima.

- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

- Kopi.

- Pisang, kelapa / santan, jambu biji, mangga, delima, jeruk, belimbing, alpukat.

- Jagung, jamur, lobak (radish), tauge, asinan, lobak putih.

- Telor bebek.

Makanan yang  SESUAI dengan Golongan Darah AB :

- Kalkun, domba, kelinci, kambing.

- Kacang kedelai, tahu, tempe.

- Seafood (kecuali yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

- Bijian, seperti : kacang tanah, kenari, kacang merah.

- Rumput laut (kelp).

- Anggur, kiwi, jeruk bali, nanas, semangka, cranberry, mulbery, pepaya.

- Alfafa, wortel, brokoli, bit, sledri, terong, kentang manis, kol kembang, mentimun, jahe, bawang putih, ubi jalar, talas (yam).

- Telur putih (telur ayam).

Pola makan Golongan Darah AB ini merupakan Diet Campuran, dan memiliki keuntungan dan intoleransi dari Golongan Darah A dan Golongan Darah B.

2. Golongan Darah B ( 10 % polpulasi dunia ) :

Makanan yang  TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah B :

- Ayam, babi, bebek, burung dara, angsa, burung puyuh.

- Seafood (yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

- Kacang-kacangan & biji-bijian, seperti : tauge, kacang kedelai, kacang tanah, biji wijen, chickpea).

- Kesemak, delima, belimbing, kelapa (santan), mangga.

- Tomat, alpukat, jagung, lobak, labu.

- Telor bebek, telor burung puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah B :

- Telor ayam.

- Kambing, rusa, domba, kelinci.

- Licorice (sejenis kayu manis).

- Pisang, anggur, nanas, kiwi, semangka, mulberry, pepaya, apel.

- Bit, brokoli, terong, jahe, wortel, sayuran hijau bayam, sawi, kol kembang, kubis, bawang putih, paprika, ubi jalar, talas (yam), ginseng.

Pola makanan Golongan Darah B merupakan Omnivore Seimbang, diet bervariasi dan satu-satunya golongan yang cocok dengan hasil perternakan.

3. Golongan Darah A (  40 % populasi dunia ) :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah A :

- Sapi, kambing, bebek, babi, domba, rusa, kelinci, angsa, burung puyuh.

- Susu sapi dan produk susu sapi.

- Kacang mente, kacang merah, buncis lima.

- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

- Pisang, kelapa /santan, melon, mangga, jeruk, pepaya.

- Kentang, tomat, asinan, acar, terong, kubis, lada, cabe, talas (yam).

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah A :

- Seafood (kecuali yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

- Makanan yang terbuat dari kedelai, seperti : tahu, tempe.

- Kopi.

- Apricot, nanas, jeruk bali, limau, lemon, apel, anggur, strawberi, jambu biji, semangka, mulberry.

- Alfafa, brokoli, lobak putih, jahe, labu, wortel, bawang putih, seledri, bawang merah.

Pola makanan Golongan Darah A merupakan Vegetarian (tinggi karbohidrat, rendah lemak, tinggi protein nabati).

4. Golongan Darah O ( 46 % populasi dunia ) :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah O :

- Tepung terigu, seperti : roti, kue, mie, biskuit, pizza.

- Babi, burung puyuh.

- Susu dan produk susu.

- Kopi.

- Pir asia, jeruk, melon, kelapa / santan, kiwi, strawberry.

- Alfalfa, kol kembang, alpukat, zaitun hitam, jagung, mentimun, kentang (semua jenis), asinan, kubis, bak choy.

- Telur puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah O :

- Rumput laut (kelp).

- Seafood.

- Sapi, domba, rusa, kambing, kelinci.

- Jambu biji, nanas, ceri, apel, aprikot, kurma, pepaya, mulberry.

- Brokoli, kelp, wortel, labu, colland hijau, lada, okra, lobak putih, parsley, sledri, talas (yam), bawang putih, jahe, singkong, ubi jalar.

Pola makan Golongan Darah O merupakan Carnivore (Pemburu). Makan daging (protein tinggi, rendah karbohidrat dan lemak), dan menghindari makanan gandum, terigu dan sebagian besar biji-bijian.

Dengan mengetahui Pola Makanan Golongan Darah, maka kita bisa memilih apakah kita akan mengikuti pola makan ini atau tidak dan semua itu kembali kepada keputusan kita. Tidak ada ketentuan dan peraturan mengenai apa yang boleh kita makan dan tidak sehubungan dengan golongan darah ini, tetapi kalau kita mengikuti pola makanan golongan darah ini maka kita akan mendapatkan kenyataan bahwa kita akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit kronik.

Memang dalam kenyataannya agak sulit kadang-kadang untuk menjalankan pola makan golongan darah secara sempurna, karena dalam hidup, kita tentu kadang-kadang ingin merasakan makanan yang enak, atau makan pada pesta-pesta dan resepsi, atau kadang-kadang makanan yang tersedia pada saat-saat tertentu tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Bukannya berarti lalu kita tak usah makan atau tidak makan dalam kondisi tersebut, tetapi kalau kita bisa menjalankan pola makan golongan darah semaksimal mungkin maka akan lebih baiklah hasil kesehatan kita.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Sumber: PT. Viamore International.

Golongan Darah B

Orang yang ber Golongan Darah B meliputi 10 % dari populasi dunia.

Persentase 10 % ini adalah persentase dalam skala dunia, jadi bisa saja misalnya di negara Indonesia , khusus untuk orang yang ber Golongan Darah B ini bisa melebihi 10 %. Tetapi ada negara lain yang persentase orang bergolongan darah B lebih rendah dari 10 %. Tetapi secara global dalam lingkup dunia, tetap persentase orang bergolongan darah B adalah 10 %.

Makanan yang paling tidak sesuai untuk orang Golongan Darah B adalah ayam. Kalau mempunyai masalah kesehatan, maka coba pantang makan ayam, maka ternyata akan lebih mudah sembuh. Selain ayam, golongan darah B sangat tidak cocok dengan makanan yang mempunyai kulit keras seperti kacang tanah, makanan dari kacang kedelai, dan kepiting. Sedangkan yang paling cocok dengan orang Golongan Darah B adalah daging kambing, sayur-sayuran, pisang dan semangka. Dan ini adalah satu-satunya golongan darah yang cocok dengan produk-produk hasil peternakan seperti susu sapi, susu kambing, dan keju.

Golongan Darah B merupakan Omnivore Seimbang.

Berikut adalah rangkuman makanan-makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Golongan Darah B :

Makanan yang  TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah B :

- Ayam, babi, bebek, burung dara, angsa, burung puyuh.

- Seafood (yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

- Kacang-kacangan & biji-bijian, seperti : tauge, kacang kedelai, kacang tanah, biji wijen, chickpea).

- Kesemak, delima, belimbing, kelapa (santan), mangga.

- Tomat, alpukat, jagung, lobak, labu.

- Telor bebek, telor burung puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah B :

- Telor ayam.

- Kambing, rusa, domba, kelinci.

- Licorice (sejenis kayu manis).

- Pisang, anggur, nanas, kiwi, semangka, mulberry, pepaya, apel.

- Bit, brokoli, terong, jahe, wortel, sayuran hijau bayam, sawi, kol kembang, kubis, bawang putih, paprika, ubi jalar, talas (yam), ginseng.

Resiko medis orang ber - Golongan Darah B :

Resiko medis yang umumnya dialami oleh orang ber - Golongan Darah B yang makan tidak sesuai dengan golongan darah B (salah pola makan tidak sesuai dengan golongan darah B) antara lain yaitu :

- Masalah system syaraf, seperti kram / sakit kepala, lupus.

- Masalah pikun.

- Alzheimer’s.

- Parkinson’s.

- Diabetes melitus.

Suplemen khusus untuk orang ber Golongan Darah B adalah Legreen B, yang formulasinya adalah sebagai berikut :

Dasar : Chlorella, Barley Hijau (Barley Green), Rose Hips, Bubuk Hawthorn Berry, Bubuk Elderberry.

Mineral : Kalsium (dari rumput laut, diambil dari Lithothamnium Corraliodes dan Lithothamnium Calcareum), Magnesium (asam amino chelate), Selenium (asam amino komplex), Molibdenum (asam amino chelate), Boron (sitrat), Vandium (sitrat), Ipriflavones, Kromium (asam amino chelate), Tembaga (asam amino chelate), Kalium (asam amino chelate).

Vitamin : Vitamin A (Betakaroten), Vitamin B6, Vitamin B12, Vitamin C (dari acerola berry dan asam askorbat), Vitamin D (Klasiferol), Vitamin E (d-alpha tokoferol), Vitamin K (phytonadione), Tiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Folat (Kalsium Folinate), Biotin.

Lain-lain : Kolostrum, Co Q10, Akar kayu manis (Licorice), Tunas brokoli (brocolli sprouts), Tunas Oat (Avena Sativa), Daun Parsley.

Prebiotik & Probiotik : Lactobacillus Bulgaricus, Lactobacillus Sporogenes, Arabinogalactan (dari Larix Occidentali & Resin), Saccharomyces Cerevisae.

Enzime Pengantar (Opti-Blend Delivery) dan Enzyme Pencernaan (Digestive Blend) : Amilase, Protease I, Protease II, Peptidase, Lipase, Investase, Sellulase, Laktase, Maltase, Hemi Sep.

Expients : Campuran Protein (Konsentrat protein Whey, bubuk protein beras dan putih telur), Serat Apel, Pektin, Asma Alfa Lipoat (Alpha Lipoic Acid), Bromelain.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

Saya memang sangat meyakini mengenai perbedaan golongan darah dan pengaruhnya dalam kesehatan kita, dan ini ada satu berita baru yang sangat menarik perhatian saya. Saya membacanya di buletin “NOVA 1149/XXIII 1-7 Maret 2010″ halaman 46-47 mengenai : “Kesehatan” dengan judul : “Buah Hati Kuning Karena Tak Cocok Golongan Darah?”, tulisan : Laili Damayanti. Saya menyalinnya secara lengkap agar bisa juga menjadi informasi berharga buat semua yang membacanya, sbb :

Perbedaan golongan darah bayi dan ibu bisa menyebabkan bayi baru lahir mengalami kuning yang hebat dan membahayakan kelangsungan hidup bayi. Yuk, cari tahu soal perbedaan golongan darah ibu-bayi.

Beberapa waktu yang lalu pasangan artis Nirina Zubir dan Ernest “Cokelat”, dibuat kalang kabut di rumah sakit. Setelah bayi mungil mereka Zivara dilahirkan, muncul masalah baru yang tak kalah pelik. Bayi mereka mengalami kuning atau yang dalam medis disebut juga dengan ikterus oleh hyperbilirubinemia.

Kondisi ini didiagnosis oleh dokter disebabkan ketidakcocokan golongan darah ibu dengan bayi atau yang dikenal dengan A-B-O incompability. Di mana golongan darah anak yang berjenis B bereaksi dengan golongan darah ibu yang berjenis O yang mengalir dalam tubuh anak, sehingga sel darah merahnya mudah pecah dan meningkatkan konsentrasi bilirubin dalam aliran darah.

Meski secara fisiologis semua bayi dapat mengalami kuning, namun bila tidak ditangani secara tepat juga dapat berakibat fatal.

“Kuning yang hebat pada bayi, bisa menyumbang terjadinya kerusakan sel otak permanen”, ujar dr. Setyadewi Lusyati, Sp.A(K) konsultan neonatologi RSAB Harapan Kita - Jakarta mengingatkan.

Inilah mengapa, dokter anak cukup berhati-hati memantau perkembangan bayi baru lahir, terutama dalam 3 hari setelah dilahirkan. Umumnya kuning fisiologis baru akan muncul setelah bayi berusia 3 hari. Bila kurang dari itu, dokter anak akan mengobservasi perkembangan hyperbilirubinemia sembari melakukan upaya penyinaran.

Berkaca pada pengalaman pasangan Nirina-Ernest, pasangan suami-istri sebaiknya tidak main-main dengan perbedaan golongan darah. Khususnya istri dengan golongan darah O dan suami bukan O.

Nah, agar tidak mengalami risiko yang fatal sebaiknya ketahui seluk beluk soal ketidakcocokan golongan darah.

Akibat Beda Golongan

Setidaknya ada 4 golongan darah A, B, AB dan O yang dikenal secara universal. Keempat golongan ini memiliki kandungan dan karakteristik yang berbeda. Golongan darah A dikatakan memiliki kandungan antigen A, golongan darah B memiliki kandungan antigen B, golongan darah AB memiliki antigen B dan antigen A, sedangkan golongan darah O memiliki anti A dan anti B. Kandungan ini yang menyebabkan tubuh membentuk antibodi dan menyerang sel darah merah yang mengandung zat antigen (dianggap sebagai benda asing, red).

Pada proses persalinan, darah ibu yang bergolongan darah O akan berkontak lebih banyak dengan golongan darah anak. Banyaknya darah janin yang memiliki antigen masuk sirkulasi darah ibu, membuat sistem imun ibu membentuk kekebalan (antibodi) terhadap antigen A ataupun antigen B. Kekebalan ini kemudian menyerang darah anak yang memiliki antigen tersebut sehingga sel darah merah pecah dan menjadi bilirubin (indirect). Ini dapat mengakibatkan bayi menjadi kuning.

Padahal dalam kondisi normal saja, bayi memiliki potensi peningkatan bilirubin yang lebih tinggi ketimbang orang dewasa karena sifat sel darah merah bayi lebih mudah pecah. Namun biasanya, tubuh bayi akan berusaha menstabilkan kadar bilirubin dengan mekanisme konjugasi oleh hati. Yaitu, upaya mengubah menjadi bilirubin indirect menjadi bilirubin direct yang lebih larut air dan mudah dikeluarkan alias mengubah bilirubin menjadi cairan empedu serta dikeluarkan melalui pencernaan dan memberi warna pada feses. Umumnya setelah lewat 10 hari, kuning pada bayi akan hilang seiring kualitas dinding sel darah merah yang semakin baik dan fungsi hati yang optimal mengkonjugasi bilirubin.

Tak Selalu Transfusi

Sayangnya, peningkatan kadar bilirubin pada bayi kadangkala tidak bisa ditolerir oleh tubuh sendiri. Kadar bilirubin pun menumpuk dalam darah terlalu tinggi.

Padahal ambang toleransi bilirubin dalam darah di bawah 15 mg/dl (250 umol/L) pada bayi cukup bulan dan 12 mg/dl (250 umol/L) pada bayi kurang bulan.

Selain kadar bilirubin yang diperhitungkan, percepatan kenaikan bilirubin pun patut dipertimbangkan. Dokter anak memiliki patokan untuk menoleransi kenaikan bilirubin salah satunya dengan melihat manifestasi hyperbilirubinemia dengan hitungan Kramer. Skor Kramer dihitung dengan melihat ikterus (kuning) yang menyebar, mulai dari wajah ke leher (K1), wajah ke pusar (K2), wajah dan badan hingga pangkal paha (K3), wajah ke lutut serta lengan hingga siku (K4) dan seluruh badan hingga jari tangan serta kaki (K5). Jika telah memasuki level K2 di hari kedua, maka sudah termasuk tidak normal.

“Normalnya bayi usia 3 hari, kuning dapat terjadi dari wajah hingga pusar. Bila belum berusia 3 hari sudah menunjukkan kuning hingga pusar, maka patut diwaspadai”, ungkap dokter Lusy.

Dokter Lusy menambahkan, penilaian kuning pada bayi ini seringkali tersamar oleh warna kulit bayi baru lahir yang kemerahan. Inilah sebabnya penilaian kuning bayi baru lahir, sebaiknya dipercayakan pada petugas medis dan dokter anak yang lebih berpengalaman.

Padahal bila kuning sudah mencapai pusar, bisa diprediksi bilirubin berjumlah sekitar 12 mg/dl. Bila peningkatan bilirubin lebih dari 5 mg/dl dalam 24 jam, padahal kuning biasa berlangsung sampai sekitar hari kelima hingga ketujuh, maka bilirubin mencapai angka di kisaran 20 hingga 25 mg/dl. Di sinilah orang tua harus waspada. Bila melewati jumlah 25 mg/dl bisa terjadi ensefalopati bilirubin akut. Yakni resiko masuknya bilirubin indirect (dalam darah) melewati blood brain barrier dan merusak sel-sel dalam otak. Selain kerusakan sel otak, peningkatan bilirubin juga dapat diiringi dengan resiko penurunan hemoglobin (Hb) sebagai akibat banyaknya sel darah merah yang pecah.

Pada kasus Zivara (putri Nirina-Ernest, red) di mana bilirubin terlalu tinggi dan kenaikan level kuning yang terlalu cepat, dokter kemudian menyarankan dilakukan transfusi pertukaran darah untuk mengganti darah anak dengan darah donor (golongan O). Keputusan ini sah saja diambil, mengingat masa depan anak dipertaruhkan bila kuning tidak segera dikendalikan.

Tindakan ini sebenarnya  jarang diambil oleh dokter anak. Menurut dokter Lusy, umumnya untuk kasus kuning pada bayi baru lahir, masih dapat diupayakan melalui terapi sinar (phototheraphy). Tujuannya, membantu mengubah bilirubin indirect menjadi lumirubin yang lebih mudah diubah oleh tubuh bayi. Hanya sekitar 15% kasus hyperbilirubinemia yang dilakukan transfusi pertukaran darah.

Bisa Akibatkan Cerebral Palsy

Mengapa hyperbilirubinemia harus ditangani tepat? Dikatakan dokter Lusy, bila bilirubin indirect terlampau pekat dalam darah, ia mampu menembus blood brain barrier menuju sel otak, ini dapat mengakibatkan kerusakan permanen otak.

“Sayangnya, sel otak tidak bisa diperbarui layaknya sel tubuh lain. Akibatnya, bisa menyebabkan cacat permanen pada anak,” tegasnya,

Kecacatan yang paling banyak disebabkan hyperbilirubinemia adalah celebral palsy atau kekakuan pada anggota badan yang disebabkan kerusakan pada pusat pengendali motorik pada korteks di otak.

Selain itu, hyperbilirubinemia juga bisa menyebabkan kerusakan pendengaran, bila kerusakan sel otak terjadi pada bagian yang mengendalikan kemampuan mendengar. Tentu saja, tuli akibat hyperbilirubinemia tidak terjadi spontan namun berupa degradasi kemampuan mendengar.

Demikianlah kutipan ini, mungkin para blogger ada yang ingin berkomentar, atau memberikan tambahan input yang bermanfaat untuk kita saling membagi pengalaman dan pengetahuan.